Memanfaatkan Waktu

Assalamualykum wa rahmatullah,

Kiriman ini adalah untuk teman-teman yang akan pulang bercuti.

Berkata Imam Ibnu Jauzy kepada sekelian orang-orang yang beriman:

Wajib bagi manusia untuk mengetahui betapa mulia dan berharganya waktu, agar ia tidak menyia-nyiakan setiap detik waktunya kecuali untuk dekat dengan Tuhannya dan selalu menyajikan yang terbaik dari kata dan perbuatannya. Hendaknya niatnya selalu tegak untuk melakukan segala kebaikan, tanpa harus terganggu oleh lemahnya badan untuk tidak melakukan yang demikian.

Dalam hadits dikatakan, Niat seorang mukmin lebih baik dari amalnya (HR. Al-Baihaqi dan Ar-Rabii’).

Ulama-ulama Salaf selalu memburu waktu-waktunya. Diceritakan oleh Amir bin Abdi Qais bahawa seseorang berkata kepadanya, “Mari kita bersembang-sembang sebentar!”, lalu dijawabnya, “Aku mahu bersembang-sembang jika engkau bisa menghentikan matahair dari peredarannya.

Ibnu Tsabit al-Banani berakta, “Aku datang menemui ayahku dan aku ingin mengajaknya berbicara, tetapi dia berkata, ‘Biarkan aku, wahai anakku! Aku sedang melakukan wiridku yang keenam.'”

Beberapa orang menemui salah seorang salah menjelang kematiannya, di saat ia sedang melakukan shalat. Orang-orang itu kemudian mengajaknya berbicara. Ia berkata, “Inilah saatnya lembaran amalan ku ditutup.

Jika seseorang sedar bahawa kematian akan memotong seluruh usaha dan amalnya, ia akan sentiasa beramal dan bekerja di masa hidupnya untuk memperoleh pahala dan ganjaran yang abadi. Jika ia memiliki harta di dunia, maka ia akan berusaha untuk mewakafkannya, menanam tanaman yang bisa dinikmati oleh generasi penerusnya. Ia membuat aliran sungai, berusaha membangun keluarga yang bisa mendoakannya ketika dirinya telah menghadap Allah dan segala amalan yang pahalanya bisa dipetik tanpa henti

Ia juga akan menulis buku yang bisa dibaca oleh setiap orang setelahnya dan sentiasa beramal dengan pelbagai kebaikan. Dari karya-karyanya, banyak orang yang dapat mengikut jejak amalnya. Itulah manusia-mansuia yang tidak pernah mati. Betapa banyaknya manusia yang mati, namun pada hakikatnya mereka selalu hidup.

Semoga diberi kekuatan untuk memanfaatkan waktu luang dengan sebaiknya. Amin.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s